DEPHAN AS MEMBANTAI 64 WARGA SIPIL SURIAH PADA TAHUN 2019
- Julhelmi Erlanda M.Hum

- 16 Nov 2021
- 1 menit membaca

Sebuah laporan NewYork Times mengatakan, militer AS berusaha menutupi 2 serangan udara berturut-turut pada 2019 yang diklaim menarget ISIS, tapi menewaskan 64 wanita dan anak-anak di Suriah.
Pemboman itu terjadi di dekat kota Baghouz di provinsi Deir Ezzor, diSuriah timur pada 18 Maret 2019, namun tidak ada penyelidikan dan tindakan serius lainnya yang dilakukan.
Seorang pengacara Angkatan Udara yang hadir di pusat operasi pada saat itu percaya bahwa serangan itu adalah “kejahatan perang”, dan kemudian memberi tahu inspektur jenderal Dephan AS dan Komite Angkatan Bersenjata Senat, kata NewYork Times.
Departemen pertahanan sudah melakukan “penyelidikan” atas insiden tersebut, yang menghasilkan laporan, tapi pada akhirnya kata “pemboman” dibuang dari laporan itu.
Komando Pusat AS yang mengawasi pasukan AS diAsia Barat telah mencoba untuk mencari ‘pembenaran’ atas penumpahan darah warga sipil itu, dengan menyebutnya “pertahanan diri yang sah,” untuk mendukung militan Kurdi yang didukung AS.



















Komentar